Poin Utama
- BI pertahankan suku bunga di 5.75% — sesuai ekspektasi pasar
- Net buy asing Rp 1.8T di pasar saham minggu ini
- Inflasi Mei 2026: 2.41% YoY, berada dalam target BI 2–4%
IHSG mencatatkan kenaikan 1.4% sepanjang minggu kedua Juni 2026, ditopang oleh aksi beli selektif investor asing yang membukukan net buy sebesar Rp 1.8 triliun. Sektor keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan rata-rata 2.1%, diikuti consumer staples yang naik 1.7%. Sentimen positif ini sejalan dengan data makroekonomi domestik yang solid — inflasi Mei 2026 tercatat 2.41% YoY, jauh di bawah batas atas target BI sebesar 4%.
Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan ini memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5.75%, sesuai ekspektasi konsensus pasar. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa keputusan ini mencerminkan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan inflasi yang terkendali, ruang pemangkasan suku bunga pada semester II-2026 masih terbuka jika kondisi global memungkinkan.
Dari sisi eksternal, indeks dolar AS (DXY) melemah tipis ke level 103.4, memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat ke kisaran Rp 16.180 per dolar. Harga minyak dunia yang stabil di sekitar USD 78 per barel turut meredam tekanan impor inflasi. Secara keseluruhan, kombinasi inflasi rendah, kebijakan moneter stabil, dan aliran modal asing yang positif menciptakan fondasi teknikal yang kondusif bagi pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.